Kapan Waktu Pelaksanaan Aqiqah Yang Tepat?

Secara etimologis, aqiqah yaitu memotong atau mencukur rambut bayi yang baru dilahirkan. Sedangkan berdasarkan terminologi syariah, akikah merupakan hewan yang dipotong atau disembelih sebagai ungkapan rasa syukur terhadap karunia yang diberikan Allah SWT atas kehadiran si jabang bayi. Hewan akikah yang akan disembelih adalah hewan dengan kriteria yang sama seperti hewan kurban. Sebaiknya pilih hewan kurban yang sehat dan bersih, berusia setidaknya sudah menginjak ½ tahun.

Kapan Waktu Pelaksanaan Aqiqah Paling Tepat

Dalam persyaratan ini, kita perlu memastikan jika akikah tidak bisa patungan. Karena pelaksanaannya hanya dapat dilakukan kedua orang tua si anak yang akan diakikahkan saja. Lalu, kapan sebenarnya waktu yang dianjurkan untuk akikah?

Waktu Pelaksanaan Akikah

Waktu pelaksanaan ibadah ini disunnahkan di hari ketujuh setelah kelahiran anak ketika saat memberikan nama pada bayi yang diakikahkan. Adapun yang membeli dan melaksanakan aqiqah ini adalah orang tua si anak, dalam hal ini ayah selaku kepala rumah tangga. Jika aqiqah tak dilakukan sampai si anak sudah mencapai baligh, maka kewajiban mengakikahkan anak bagi orang tua akan gugur. Anak yang masih belum diakikahi hingga baligh bisa beraqiqah bagi dirinya sendiri atau boleh untuk tidak melakukannya. Karena hukum aqiqah ini tidak wajib atau sunnah muakad, jadi tidak ada tekanan untuk melakukannya. Namun hukumnya sangat dianjurkan bagi Anda yang memiliki kemampuan rezeki untuk melakukannya.

Akikah Disunnahkan Saat Bayi Baru Lahir

Berdasarkan pendapat Al-Ghazi melalui kitab Fathul Qarib ketika seorang bayi lahir, maka orang tuanya disunnahkan untuk melakukan beberapa hal berikut ini :

  • Setelah bayi lahir, segera sang ayah mengumandangkan adzan di telinga kanan bayi dan iqomah di telinga kirinya.
  • Memberikan sedikit buah kurma yang telah dilembutkan terlebih dulu di mulut bayi sampai tertelan. Jika tak ada kurma, dapat diganti dengan makanan lainnya yang manis.
  • Pemberian nama pada anak dilakukan pada hari ke tujuh. Pemberian nama juga diperbolehkan dilakukan sebelum hari ke-7 atau sesudahnya.
  • Sesudah melakukan aqiqah, rambut anak dipotong lalu disunnahkan untuk bersedekah dengan perak atau emas seberat timbangan pada rambutnya yang dicukur.

Dengan penjelasan di atas sudah jelas jika pelaksanaan ibadah Aqiqah Jogja  ini sunnah dilakukan saat bayi baru dilahirkan, tentu saja jika orang tua mampu secara finansial untuk melaksanakannya.