Knalpot Racing akan Ditertibkan

Polresta Banda Aceh mulai minggu depan juga akan menertibkan knalpot blong serta racing yang masih tetap digunakan pada sepeda motor (sepmor) kelompok muda serta remaja. Langkah itu dikerjakan karna pemakaian knalpot bising itu cukup mengganggu kenyamanan warga kota serta pemakai jalan yang lain.

Knalpot Racing akan Ditertibkan
Knalpot Racing akan Ditertibkan

“Kepada yang memiliki sepmor yang masih tetap memakai knalpot blong serta racing supaya selekasnya menggantinya ke knalpot standard kurun waktu satu minggu. Apabila minggu depan masih tetap kami dapatkan, knalpot juga akan diambil alih serta sepmornya akan diamankan, ” tegas Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin SH.

Terkecuali semakin banyak yang dirasakan warga yang terasa terganggu dengan sepmor berknalpot blong, menurut Kapolresta, penertiban itu dikerjakan pihaknya karna sepmor yang menggunakan hargaknalpot racing makin hari makin banyak. “Bila imbauan ini tetaplah tidak diindahkan, janganlah salahkan petugas waktu ambil aksi, ” ungkap Saladin.

Disebutkan, tujuan beda dari penertiban yang dikerjakan pihaknya kelak yaitu sepmor yang tidak standard (seperti tidak ada pelat, tidak ada kaca spion, serta menggunakan lampu rem transparan menyilaukan).

“Kita akan menertibkan serta merazia beberapa tempat yang sampai kini seringkali jadikan tempat balapan liar, seperti Jalan Mr Muhammad Hasan. Apabila imbauan ini tidak dipatuhi, kami juga akan ‘kandangkan’ semua seperti yang turut dalam balapan liar itu, ” tegas T Saladin.

Ditambahkan, petugas akan menertibkan pelat kendaraan yang tertutupi plastik hitam pekat, hingga nomor polisi tidak tampak sekalipun. “Karena itu, kami minta yang memiliki kendaraan memedulikan imbauan ini serta ikuti ketentuan berlalu lintas pada umumnya, ” pungkas Kapolresta.

Kapolresta Banda Aceh juga mengimbau sopir bus antarprovinsi dan minibus L-300 serta semacamnya supaya tidak menanti atau menambah penumpang diluar terminal, baik Terminal terpadu Banda Aceh di Jalan Mr Muhammad Hasan ataupun Terminal L-300 di Luengbata. Menurut dia, menanti penumpang diluar terminal tidak mematuhi UU Nomor 22 Th. 2009 mengenai Lantas Lintas serta Angkutan Jalan.

“Sekitar satu minggu lantas kami menilang dua bus karna menanti penumpang diluar Terminal Terpadu Banda Aceh. Kami mengharapkan sopir bus dan L-300 serta semacamnya supaya menanti penumpang di terminal, bukanlah di jalan. Tolong, peranankan kehadiran terminal, ” imbau Kombes T Saladin.