Syukurlah, Burung Ratusan Juta Gagal Diselundupkan

Nada cuit merdu terdengar ramai. Dibalik terpal biru diatas kapal, 426 burung dari empat type burung eksotis itu nyatanya tidak diperlengkapi dokumen resmi. Balai Karantina Pelabuhan Samarinda juga melakukan tindakan. Pengiriman hewan liar selundupan dengan maksud Jawa serta Sulawesi pada akhirnya digagalkan. Tempo hari (16/11) kasusnya dibeberkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan timur.

Syukurlah, Burung Ratusan Juta Gagal Diselundupkan
Syukurlah, Burung Ratusan Juta Gagal Diselundupkan

“Kami katakan, bila ingin pergi mesti lengkapi dahulu dokumennya, ” tutur Kepala Stasiun Karantina Pertanian Klas I Samarinda Sugiyono. Pengungkapan itu sejatinya dikerjakan Rabu (15/11) di Pelabuhan Samarinda. Agus Sugiyono menyebutkan, mulai sejak Minggu, yang memiliki beberapa ratus burung itu membujuk petugas karantina supaya melepaskannya. Tetapi, si yang memiliki pilih meninggalkan Balai Karantina serta berusaha menyelinapkan 112 burung beo Kalimantan, 240 jalak kebo, 60 cendet, serta kacer 14 ekor. “Ini binatang belum juga dilindungi tapi liar. Pastinya ada prosedur, ” tambah Sugiyono. Keseluruhan nilai dari hargaburung itu diluar Kalimantan nyaris tembus Rp 300 juta.

Beberapa ratus burung itu dimasukkan dalam 34 boks yang juga akan dibawa ke Pare-Pare, Sulawesi Selatan. “Saat akan di keluarkan dari kapal pada Rabu siang, kami pernah berseteru dengan awak kapal, ” tegas Sugiyono. Setelah itu, Balai Karantina segera bekerjasama ke BKSDA Kalimantan timur jadi pemegang kekuasaan dalam soal tumbuhan serta hewan.

Terkecuali burung, petugas menangkap lelaki berinisial ZM (42). Dia yaitu yang memiliki sekalian yang membawa naik burung-burung kapal. “Sebelumnya, waktu kami bawa burung itu tak ada yang mengakui. Tidak berapakah lama pada akhirnya keluar ZM, ” jelasnya. Sesudah di check, ZM mengakui burung itu didapat dari Tabang serta Muara Badak, Kukar.

Koordinator pengamanan rimba BKSDA Kalimantan timur Suryadi menjelaskan, masalah pengiriman burung bukanlah awal dikerjakan aktor. “Sudah 3x. Daerah maksud juga sama tetapi dengan jumlah beragam, ” sebut Suryadi. Di Samarinda, harga burung itu murah. Tetapi, saat telah menyeberang ke Sulawesi serta Jawa, harga melonjak sekian kali lipat (saksikan infografis).

Sugiyono memberikan, dalam masalah ini, ada oknum anak buah kapal yang bermain. “Dia (ZM) telah berikan uang Rp 2 juta ke satu diantara awak kapal, ” sebutnya. Diindikasikan, pada tindakan terlebih dulu juga ZM berikan uang untuk memperlancar pengiriman hewan liar itu.