Unik, Tas Kulit Jumputan Air Ini Tak Mungkin Ada Motif yang Sama

Bergelut didunia kerajinan memerlukan daya kreasi serta inovasi yang tinggi, terutama di Jogja. Bayu Ratna Dhini, perajin tas serta dompet kulit dengan lebel DB Leather mengaku hal tersebut. Banyak pesaing dan adu kreasi yang senantiasa berlangsung di Jogja menuntutnya agar bisa melahirkan product yang berlainan.

Unik, Tas Kulit Jumputan Air Ini Tak Mungkin Ada Motif yang Sama
Unik, Tas Kulit Jumputan Air Ini Tak Mungkin Ada Motif yang Sama

Dia mengaku, warna tas dari kulit yang ada sampai kini berkesan monoton. Umumnya yaitu cokelat. Empat bln. lantas, tercetus inspirasi untuk buat tas kulit dengan mengolaborasikan sebagian warna berbentuk lukisan abstrak.

“Inspirasinya dari tehnik kain jumputan serta shibori, ” kata wanita yang akrab disapa Ayu ini waktu didapati Harianjogja. com dalam pameran UMKM di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (2/12/2017) kemarin.

Tehnik baru itu ia namai dengan jumputan air. Dalam arti di Turki juga dimaksud dengan Ebru. Walau membuatnya diperlukan saat yang lebih lama, namun tehnik yang dikerjakan tidaklah terlalu susah.

Untuk sistem pewarnaannya, Ayu menuangkan air kedalam baskom. Ia mencampurkan sebagian tinta warna ke air lalu ia buat goresan-goresan atau melukis supaya beberapa warna itu jadi berupa. Bagian berikut yang disebutnya dengan melukis di air.

Kemudian, ia memasukkan kulit ke air yang sudah dilukis itu hingga beberapa warna yang sudah dilukis abstrak melekat pada permukaan kulit. Bagian setelah itu yaitu meniriskan kulit, pengeringan, hingga finishing.

Kekurangan dari tas jumputan air itu yaitu tidak bisa di produksi dengan massal. Tetapi untuk Ayu kekurangan itu malah jadi langkah supaya product barunya berkesan eksklusif karna di produksi terbatas atau limited edition.

“Kalau massal jadi tidak dapat jual lebih tinggi karna saingannya ketat. Bila gini produksi jumputan air kan saya dapat matok harga sendiri, ” katanya.

Ia membanderol harga tas jumputan air dengan hargatas Rp1, 1 juta.
Dibanding product terlebih dulu, ada selisih hingga 30% di bawahnya. Ayu mengklaim product tas kulit jumputan air kepunyaannya adalah kreasi awal di Jogja, bahkan juga di Indonesia.

Ia merencanakan membuatnya jadi product favorit di DB Leather. “Produk terlebih dulu yang agak polos tidak aku tinggalkan. Hanya, yang juga akan aku buat ready stok yang jumputan air ini, ” katanya.

Masa percobaan hingga satu bulan sudah membawa hasil. Product baru DB Leather itu berhasil jadi magnet pemikat untuk customer dari luar negeri, seperti Brunai Darusalam, Singapura, serta Inggris. Customer dalam negeri juga telah melirik product ini.

Pameran di JEC pada Sabtu minggu lantas jadi pameran awal untuk product barunya. “Tanggapannya bagus, barusan telah ada perbincangan dengan Carrefour untuk gunakan disana. Terlebih saat ini pemerintah juga tengah berpihak pada UMKM ya jadi di pusat perbelanjaan ada pojok UMKM sendiri, ” tuturnya.

Meski penjualannya masih tetap minim karna termasuk product baru, paling tidak dengan kirim minimum 50 tas per bln. kepada
customer, ia telah dapat memperluas pasar untuk product jumputan airnya.